Archive for March, 2011

Lesson Learn Adi Panuntun and the questions

Hallo semua, lama tak bersuo. Bagaimana kabar anda sekalian? Kabar TA saya belum ada kemajuan sama sekali #loh,ga nyambung #trendtanyakabarTA #TAsayabelummulaisamasekaliloh.

Post kali ini saya dedikasikan untuk lesson learn dari guest lecture minggu lalu, which is kak Adi Panuntun (follow his twitter, @adipanuntun), dan tugas-tugas pertanyaan yang diberikan oleh beliau.

mari kita intip dulu daftar pertanyaan dari kak Adi Panuntun.

1. Help us to think about changes in the retail marketplace over the next 10 years and how we should response. Suppose there are 2 different classes to tackle the issues:

Traditional business strategy class

Innovation and design class

Will they do differently to answer the challenge?

2. hubungkan antara buah apel dengan board marker (spidol).

sebelum membuat lesson learn, mari kita bahas bersama-sama mengenai kedua pertanyaan tersebut.

Help us to think about changes in the retail marketplace over the next 10 years and how we should response. Suppose there are 2 different classes to tackle the issues:

Traditional business strategy class

Innovation and design class

Will they do differently to answer the challenge?

Di pertanyaan ini, jelas-jelas ada kata “help us to think”, jadi wahai para pembaca blog saya, marilah kita sama-sama memikirkan solusinya dan berikan feedback ke kak Adi. Hahaha.

As for me, both of the classes will give different results to the issue. Kalo ternyata hasilnya sama saja kan, ngapain juga coba dibagi-bagi menjadi dua gitu. Bener ga? #berpikirterlalurealistis #masihstresssoalTA

Kembali ke topic. Kalo untuk saya sendiri, saya lebih setuju dengan innovation and design class untuk menjawab issue ini. Kenapa? Karena perubahan itu adalah hal yang mutlak/pasti. Retail market akan berubah secara dinamis tiap tahunnya dengan cepat. Untuk mengikuti perubahan ini, kita perlu melakukan yang namanya innovasi. Desain disini “menurut saya loh” merujuk pada cara berpikir desain yang tidak terbatas dengan limitation yang ada. Pola pikir traditional business strategy sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang secara traditional business strategy itu agak kaku dan kesannya memakan waktu yang lebih lama dibandingkan innovation and design dan kurang reaktif dalam mengatasi perubahan-perubahan yang ada nantinya apalagi terkadang format dari business strategy membuat suatu limitation dalam berpikir.

Nah, untuk soal kedua.

hubungkan antara buah apel dengan board marker (spidol).

This is a weird question, actually. Ini maksudnya board marker yang bakal dikeluarkan oleh Apple Inc.? hha. Yah, anggap sajalah begitu. Jadi misalkan Apple mengeluarkan sebuah product baru dengan kategori boardmarker, yah misalkan saja lah namanya iMarker (wow, terdengar keren juga ternyata. Gimana om Steve Jobs? Tertarik untuk mengeluarkan produk ini?), kira-kira apa ya kegunaannya?

 

Hmmm.. setelah berkontemplasi subuh-subuh begini, kegunaan dari iMarker yang paling sesuai terinspirasi dari kemageran saya sebagai seorang mahasiswa, which is bikin catatan sewaktu dosen menulis di board. Jadi, apabila dosen menulis di board dengan menggunakan iMarker, maka tulisan tersebut akan akan tersimpan secara digital di computer atau laptop. Keren kan? Engga harus waktu pelajaran, ini bisa berguna ketika dalam rapat ada yang menuliskan ide-ide dengan spidol di kertas presentasi atau papan tulis, semuanya bisa tersimpan dalam bentuk digital secara langsung. iMarker akan membantu kita dalam menyimpan semua ide yang kita buat ketika kita sedang brainstorm atau hanya bertukar pikiran dengan orang lain. Dengan begitu kita bisa bebas berkreasi dan menghasilkan ide-ide tanpa harus takut akan lupa atas ide-ide tersebut karena iMarker akan membantu kita dalam menyimpan ide-ide tersebut secara langsung. Engga harus tulisan, iMarker bisa menyimpan apapun yang dihasilkan oleh penggunaan iMarker tersebut di bidang tulis apapun.

Kalo iMarker ini beneran diproduksi, kira-kira taglinenya bakal gini:

Release your creativity side.

Uwauww, taglinenya sungguh menjual. Hha. Sekian pendapat saya mengenai hubungan buah apel dan board marker.

Nah, sekarang saya akan membuat lesson learn dari guest lecture yang kemarin, tak lain tak bukan kak Adi Panuntun. Berikut profile beliau

Muhammad Adi Panuntun

Muhammad Adi Panuntun (b. 1978) is CEO of PT Sembilan Matahari. The company recently produced its first feature film, Cin(T)a, a love story between two young people of different religion and ethnic group, to be screened in UK, Australia, Malaysia, and Thailand and yet became a box-office movie at Blitzmegalplex cinema network Indonesia. Sembilan Matahari through its Sembilan Matahari University, a community interest university together with ITB along with filmmaker and video artist communities in Bandung are now creating a sustainable ecosystem interface of knowledge exchange that connects between organizations, structures, and constructs interdisciplinary understanding through partnership across the media, arts and technology sectors. Working with the British Council in building up collaborations, which support the expression of creativity through the physical and natural environment of the city in transforming public space project. In 2010 Adi was awarded as Young Inspiring Creator (Indigo Awards) by TELKOM Group (an international leading telecommunication company based in Indonesia).

Jadi minggu lalu kita dapat kesempatan untuk menambah pengetahuan kita tentang Design Thingking. Jadi intinya, pola piker Design Thinking itu sangat penting untuk bisnis zaman sekarang. Design thinking itu jauh lebih flexible dan effective dibandingnya business strategy yang biasa.

Kak Adi juga mengajarkan kita supaya kita tidak terbatas pemikirannnya dalam menghasilkan. Jangan takut salah, jangan takut apa komentar orang lain, yang penting keluarkan aja apa yang ada di otak kita. Jangan terbatas dengan pandangan-pandangan yang ada, dan jangan terbatas juga dengan aturan-aturan yang ada. Berikut gambaran mengenai proses dari design thinking.

Intinya:



Proses ini fokus pada human experience.

Sebagai contoh, kak Adi memberikan kita contoh dari Teh Botol Sosro dan Aqua. Yes, both of them are the top of mind in public. Setelah kak Adi sharing kemarin, benar-benar kebuka pemikiran bahwa hal yang biasa aja bisa jadi luar biasa dengan design thinking. Kayak Teh Botol Sosro dan Aqua, sebenarnya itu adalah cuma teh manis dan air putih dalam kemasan botol. Dalam zamannya, produk ini dicerca karena tindakan mengemas minuman dalam kemasan botol merupakan tindakan yang tidak lazim. Tapi sekarang, kedua produk tersebut merupakan produk yang sangat kuat powernya dalam pasar.

So, who wants to implement with design thinking right now? I do.

Priska J.R. Siagian

19008143

Bandar Korea

Advertisements

and the award of “Most innovative company” goes to…[tugas UTS]

Yak, di post kali ini, yang saya akan bahas adalah perusahaan paling inovatif (tetap menurut versi saya). Mengapa menurut versi saya lagi? Ya, jelas karena ini blog saya. Hahaha. #gajelasgara2mauUTS. Nah, and the award of “most innovative company” goes to…..eng ing eng……APPLE….plok plok plok. Selamat buat APPLE  sudah memenangkan award “most innovative company”. Hadiahnya adalah voucher makan di warteg sebelah. Hahaha. Bercanda garing. Meh.

Okay, back to topic. Mengapa saya memilih Apple menjadi the most innovative company? Alasan-alasannya akan saya jelaskan dalam beberapa part, dibagi berdasarkan teknologi, proses, produk/jasa, dan model businessnya.

Mari kita mulai perbacotan ini. Hhe

Teknologi

Pada dasarnya, Apple menghadirkan produk dengan teknologi terbaru yang memberikan kemudahan bagi penggunanya secara maksimal. Grafis yang dihadirkan juga sangat baik dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain. Intinya, Apple menghadirkan teknologi sekaligus keindahan. Jarang-jarang kan ada perusahaan seperti itu? Hhe.

Selain memberikan keindahan dalam bentuk desain, teknologi, dan grafis, produk-produk Apple juga didesign dengan daya tahan yang oke. Memang sih, pembeli perlu membayar lebih mahal untuk menikmati teknologi Apple, tetapi “menurut saya” itu sangat ‘worth it’.

Proses

Dalam proses menghasilkan ide inovatifnya, Apple bisa dikatakan mengeluarkan usaha yang luar biasa. Bisa dikatakan”really good ideas wrapped up in other really good ideas” #apacobamaksudnya

Segala usaha itu dilakukan untuk menghilangkan ambigu-ambigu yang ada supaya nantinya Apple tidak perlu menghabiskan waktu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada setelah produknya keluar.

Orang-orang di perusahaan Apple melakukan segala pekerjaan dengan kebebasan yang tidak dikekang. Mereka bebas mengeluarkan ide apa saja dan membuatnya menjadi prototype. Kemudian para senior manager akan mengatakan keinginan mereka dan para designer dan engineer akan berusaha mewujudkannya, tidak peduli apapun caranya. Untuk mewujudkan hal-hal tersebut, para designer dan engineer mengeluarkan bermacam-macam prototype sehingga mereka menemukan apa yang mereka inginkan.

Simpel bukan proses pembuatannya? Hha. Berbeda dengan perusahaan lain yang terkadang terkukung dalam berkreasi, Apple mengharuskan pekerjanya untuk “berpikir dengan cara gila”.

Produk/jasa

Produk Apple merupakan produk yang sangat inovatif. Salah satunya adalah ipod. Sebelum Apple mengeluarkan ipod, persebaran mp3 merupakan sesuatu yang tidak baik. Hal ini disebabkan karena mp3 menyebabkan pengurangan pendapatan terhadap music production. Apple mengeluarkan mp3 player yaitu ipod/itouch sebagai salah satu hasil inovasi dari perusahaan ini. Ipod/itouch menyebabkan mp3 menjadi salah satu sumber pendapatan bagi music production dan apple sendiri. Dengan mengunduh mp3 dari itunes store, pengguna ipod/itouch dapat menikmati musik favorit mereka dengan biaya yang lebih murah daripada harus membeli albumnya. Music production juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan penjualan mp3 dari music-musik yang ada.

Ipad juga merupakan salaha satu inovasi terbaru dari Apple. Ipad bisa digunakan sebagai e-book reader yang lebih memudahkan para customer untuk membaca buku-buku yang mereka suka dimana saja tanpa perlu membayar mahal dengan membeli buku-buku yang mereka suka, tetapi mereka bisa membeli versi e-booknya. Dengan begitu mereka juga tidak perlu repot-repot untuk membawa buku yang mereka ingin baca kemana saja karena dengan adanya ipad, mereka dapat menyimpan semua data e-book yang mereka inginkan di dalam ipad.

Business model

Kira-kira business model dari Apple itu begini.

Yang menjadi inovasi adalah customer relationshipnya. Para pembeli dapat menukarkan produk apple mereka ke apple store dan dengan menambah sedikit uang, mereka bisa mendapatkan produk apple terbaru. Selain itu, orang-orang dapat membeli aplikasi-aplikasi untuk produk Apple mereka ataupun mp3 di itunes store. Ini merupakan inovasi menarik dari Apple.

 

Nah, itulah kira-kira overview alasan saya memilih Apple sebagai “most innovative company”. Panjang dan tidak menarik bukan? Yah, saya juga merasa begitu. Okeh, tanpa panjang bacot-bacot lagi, saya akhiri post saya yang didedikasikan untuk UTS ini. Sekian dan chao.

 

 

 

Priska J.R. Siagian

Bandar Korea

 

P.S: ada yang mau beliin saya Ipad2? yang mau beliin, saya doain masuk surga. amin.

“most innovative product” award goes to (masih versi saya)

Produk paling kreatif? Paling inovatif? Wah, menurut saya produk yang mencakup kategori tersebut adalah pembalut wanita. Ya, benar sekali, pembalut wanita. Kedengarannya aneh bukan? Tapi pembalut wanita merupakan salah satu penemuan terbesar (versi saya ya) tapi sayangnya tidak segitu terkenalnya di mata masyarakat. Pembalut wanita yang saya maksud disini adalah pembalut wanita yang sudah modern ya.

Sebenarnya pembalut itu sudah ada dari abad ke-10. Tapi orang-orang dulu itu memakai bantalan yang dijahit atau celemek menstruasi. Kalo para Eskimo, katanya menggunakan kulit kelinci (hueks, apa rasanya tuh?) trus di Uganda memakai papirus. Astaga, engga enak banget kan jadi wanita zaman dulu?

Untungnya dengan seiring berjalannya waktu, pembalut wanita jadi semakin nyaman  dan higienis. Ga kepikiran deh gimana caranya orang-orang dulu mendesain produk ini. Oleh karena itu, menurut saya ini adalah produk paling inovatif karena kembali lagi ke pengertian saya sendiri mengenai kreatif (menyelesaikan suatu masalah dengan cara out of the box). Jelas sekali bahwa hadirnya pembalut wanita itu mengatasi permasalahan menstruasi wanita yang datang setiap bulannya. Hasil dari kreatif ini merupakan inovasi. Nah, berarti kesimpulannya pembalut wanita itu inovatif (apa sih? Ribet ngomongnya).

Jadi kesimpulannya “best innovative product” versi saya goes to PEMBALUT WANITA MERK APAPUN. Plok plok plok. Selamat bagi pemenang. Terima kasih atas perhatiannya . chao.

 

 

 

Priska J.R. Siagian

Bandar Korea

 

 

Relationship between Creative and Innovation (baik-baik aja ga sih mereka?)

Menurut saya sendiri, kreatif itu adalah menyelesaikan suatu masalah ataupun membuat sesuatu yang baru dengan cara pikir yang berbeda dengan orang-orang lainnya. supaya keren, kita sebut saja dengan cara berpikir “out of the box”.

Kalau begitu, bagaimana dengan inovasi? Menurut pendapat saya, inovasi merupakan hasil dari suatu cara berpikir kreatif. Ketika orang berpikir secara kreatif, baik dalam membuat sesuatu ataupun menyelesaikan masalah, maka hasil dari tindakannya tersebut merupakan inovasi.

Contoh yang gampang dimengerti untuk mengilustrasikan pengertian saya ini adalah produk Apple “itouch”. Ketika mp3 menjadi masalah karena dianggap merugikan produsen musik, Apple mengatasi masalah ini dengan cara kreatif, yaitu membuat “ipod”, music player yang berbasis mp3. Ipod ini sendiri yang saya sebut sebagai sebuah inovasi.

 

Nah, sekian bacot saya mengenai kreatif vs inovasi. Ternyata mereka saling berhubungan kok. Tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Cieh.

Terima kasih sudah membaca. Chao

 

 

Priska J.R. Siagian

Bandar Korea

 

PS: Bigbang 4th mini album!recommended! favorite songs: Tonight and Somebody to Love.

 

“Most creative weapon” award goes to

Setelah lama tak bersuo, akhirnya saya melakukan post kedua. Untuk tema post kedua ini, yang akan saya bicarakan adalah tentang “senjata paling kreatif”. Dan menurut saya senjata yang paling kreatif adalah…..BLACK BEAUTY!!!!

Apa itu Black Beauty? Black Beauty adalah mobil sekaligus senjata di film “The Green Hornet” yang diciptakan oleh tokoh yang diperankan oleh koko Jay Chou.  Mengapa saya menganggap black beauty merupakan senjata paling kreatif? Alasannya adalah karena Black Beauty itu multifunction. Hahaha. Selain bisa dijadikan senjata yang uber cool (ada berpuluh-puluh jenis senjata di dalamnya, ada machine gun, laser, etc) terus bisa hilang lagi, bisa relaksasi lagi di mobilnya dengan cara minum-minum sambil denger music klasik. Black Beauty itu juga merupakan mobil classic yang keren parah. Apalagi warnanya adalah hitam dengan aksen hijau. Makin suka saya sama Black Beauty (soalnya saya suka warna hijau dan hitam). Hahaha. Ga penting sih memang alasan yang terakhir.

Terus mungkin anda bertanya-bertanya, kenapa tidak pilih batmobile saja sebagai senjata yang paling kreatif? Toh, sama-sama multifunction dan berwarna hitam. Sekedar info, bahwa batmobile itu mobilnya Batman.

Saya memilih Black Beauty dibandingkan Batmobile soalnya…..saya lebih suka baju yang dipakai Jay Chou daripada Batman dan nama Black Beauty terdengar lebih elit daripada Batmobile. #makingapenting. Sekian dan terima kasih.

Priska J.R. Siagian

Bandar korea