Lesson Learn Adi Panuntun and the questions

Hallo semua, lama tak bersuo. Bagaimana kabar anda sekalian? Kabar TA saya belum ada kemajuan sama sekali #loh,ga nyambung #trendtanyakabarTA #TAsayabelummulaisamasekaliloh.

Post kali ini saya dedikasikan untuk lesson learn dari guest lecture minggu lalu, which is kak Adi Panuntun (follow his twitter, @adipanuntun), dan tugas-tugas pertanyaan yang diberikan oleh beliau.

mari kita intip dulu daftar pertanyaan dari kak Adi Panuntun.

1. Help us to think about changes in the retail marketplace over the next 10 years and how we should response. Suppose there are 2 different classes to tackle the issues:

Traditional business strategy class

Innovation and design class

Will they do differently to answer the challenge?

2. hubungkan antara buah apel dengan board marker (spidol).

sebelum membuat lesson learn, mari kita bahas bersama-sama mengenai kedua pertanyaan tersebut.

Help us to think about changes in the retail marketplace over the next 10 years and how we should response. Suppose there are 2 different classes to tackle the issues:

Traditional business strategy class

Innovation and design class

Will they do differently to answer the challenge?

Di pertanyaan ini, jelas-jelas ada kata “help us to think”, jadi wahai para pembaca blog saya, marilah kita sama-sama memikirkan solusinya dan berikan feedback ke kak Adi. Hahaha.

As for me, both of the classes will give different results to the issue. Kalo ternyata hasilnya sama saja kan, ngapain juga coba dibagi-bagi menjadi dua gitu. Bener ga? #berpikirterlalurealistis #masihstresssoalTA

Kembali ke topic. Kalo untuk saya sendiri, saya lebih setuju dengan innovation and design class untuk menjawab issue ini. Kenapa? Karena perubahan itu adalah hal yang mutlak/pasti. Retail market akan berubah secara dinamis tiap tahunnya dengan cepat. Untuk mengikuti perubahan ini, kita perlu melakukan yang namanya innovasi. Desain disini “menurut saya loh” merujuk pada cara berpikir desain yang tidak terbatas dengan limitation yang ada. Pola pikir traditional business strategy sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang secara traditional business strategy itu agak kaku dan kesannya memakan waktu yang lebih lama dibandingkan innovation and design dan kurang reaktif dalam mengatasi perubahan-perubahan yang ada nantinya apalagi terkadang format dari business strategy membuat suatu limitation dalam berpikir.

Nah, untuk soal kedua.

hubungkan antara buah apel dengan board marker (spidol).

This is a weird question, actually. Ini maksudnya board marker yang bakal dikeluarkan oleh Apple Inc.? hha. Yah, anggap sajalah begitu. Jadi misalkan Apple mengeluarkan sebuah product baru dengan kategori boardmarker, yah misalkan saja lah namanya iMarker (wow, terdengar keren juga ternyata. Gimana om Steve Jobs? Tertarik untuk mengeluarkan produk ini?), kira-kira apa ya kegunaannya?

 

Hmmm.. setelah berkontemplasi subuh-subuh begini, kegunaan dari iMarker yang paling sesuai terinspirasi dari kemageran saya sebagai seorang mahasiswa, which is bikin catatan sewaktu dosen menulis di board. Jadi, apabila dosen menulis di board dengan menggunakan iMarker, maka tulisan tersebut akan akan tersimpan secara digital di computer atau laptop. Keren kan? Engga harus waktu pelajaran, ini bisa berguna ketika dalam rapat ada yang menuliskan ide-ide dengan spidol di kertas presentasi atau papan tulis, semuanya bisa tersimpan dalam bentuk digital secara langsung. iMarker akan membantu kita dalam menyimpan semua ide yang kita buat ketika kita sedang brainstorm atau hanya bertukar pikiran dengan orang lain. Dengan begitu kita bisa bebas berkreasi dan menghasilkan ide-ide tanpa harus takut akan lupa atas ide-ide tersebut karena iMarker akan membantu kita dalam menyimpan ide-ide tersebut secara langsung. Engga harus tulisan, iMarker bisa menyimpan apapun yang dihasilkan oleh penggunaan iMarker tersebut di bidang tulis apapun.

Kalo iMarker ini beneran diproduksi, kira-kira taglinenya bakal gini:

Release your creativity side.

Uwauww, taglinenya sungguh menjual. Hha. Sekian pendapat saya mengenai hubungan buah apel dan board marker.

Nah, sekarang saya akan membuat lesson learn dari guest lecture yang kemarin, tak lain tak bukan kak Adi Panuntun. Berikut profile beliau

Muhammad Adi Panuntun

Muhammad Adi Panuntun (b. 1978) is CEO of PT Sembilan Matahari. The company recently produced its first feature film, Cin(T)a, a love story between two young people of different religion and ethnic group, to be screened in UK, Australia, Malaysia, and Thailand and yet became a box-office movie at Blitzmegalplex cinema network Indonesia. Sembilan Matahari through its Sembilan Matahari University, a community interest university together with ITB along with filmmaker and video artist communities in Bandung are now creating a sustainable ecosystem interface of knowledge exchange that connects between organizations, structures, and constructs interdisciplinary understanding through partnership across the media, arts and technology sectors. Working with the British Council in building up collaborations, which support the expression of creativity through the physical and natural environment of the city in transforming public space project. In 2010 Adi was awarded as Young Inspiring Creator (Indigo Awards) by TELKOM Group (an international leading telecommunication company based in Indonesia).

Jadi minggu lalu kita dapat kesempatan untuk menambah pengetahuan kita tentang Design Thingking. Jadi intinya, pola piker Design Thinking itu sangat penting untuk bisnis zaman sekarang. Design thinking itu jauh lebih flexible dan effective dibandingnya business strategy yang biasa.

Kak Adi juga mengajarkan kita supaya kita tidak terbatas pemikirannnya dalam menghasilkan. Jangan takut salah, jangan takut apa komentar orang lain, yang penting keluarkan aja apa yang ada di otak kita. Jangan terbatas dengan pandangan-pandangan yang ada, dan jangan terbatas juga dengan aturan-aturan yang ada. Berikut gambaran mengenai proses dari design thinking.

Intinya:



Proses ini fokus pada human experience.

Sebagai contoh, kak Adi memberikan kita contoh dari Teh Botol Sosro dan Aqua. Yes, both of them are the top of mind in public. Setelah kak Adi sharing kemarin, benar-benar kebuka pemikiran bahwa hal yang biasa aja bisa jadi luar biasa dengan design thinking. Kayak Teh Botol Sosro dan Aqua, sebenarnya itu adalah cuma teh manis dan air putih dalam kemasan botol. Dalam zamannya, produk ini dicerca karena tindakan mengemas minuman dalam kemasan botol merupakan tindakan yang tidak lazim. Tapi sekarang, kedua produk tersebut merupakan produk yang sangat kuat powernya dalam pasar.

So, who wants to implement with design thinking right now? I do.

Priska J.R. Siagian

19008143

Bandar Korea

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: